Tampilkan postingan dengan label Tempat Wisata Jogja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tempat Wisata Jogja. Tampilkan semua postingan

13.8.15

Di atas Awan Puncak Suroloyo Yogyakarta

Yogyakarta mempunyai banyak sekali tempat wisata yang menarik, tidak hanya yang tempat wisata yang populer seperti jalan Malioboro, Tugu, keraton, benteng vredebreg,  Gembira Loka Zoo dan tempat wisata populer lainnya. Namun masih banyak tempat-tempat lain yang menarik untuk dikunjungi. Salah satunya adalah puncak Suroloyo, yaitu puncak tertinggi di perbukitan Menoreh.

Perbukitan Menoreh  memiliki ketinggian kurang lebih 2000 meter diatas permukaan laut (dpl), membentang sepanjang Yogyakarta dan Jawa Tengah. Pada ketinggian di atas 500 meter dpl biasanya hawa daerah tersebut cukup dingin, sehingga wajar jika puncak Suroloyo yang memiliki ketinggian 1.019 m dpl ini mempunyai udara yang dingin.

Bukan hanya udara dingin yang membuat puncak Suroloyo yang berada di wilayah Kulonprogo,Yogyakarta ini  menjadi menarik untuk di kunjungi, namun pemandangan dari puncak itu memang sangat indah.

Pemandangan dari tempat wisata puncak Suroloyo Yogyakarta
(Pemandangan dari puncak Suroloyo Yogyakarta)

Dari puncak perbukitan itu kita dapat melihat dengan jelas puncak beberapa gunung seperti gunung Merapi, Merbabu, Sindoro dan gunung Sumbing. Bahkan jika cuaca cerah, tanpa kabut kita bisa melihat kemegahan Candi Borobudur. Sebuah pemandangan yang sangat sulit dilihat dari tempat manapun.

Di kawasan Puncak Suroloyo terdapat tiga buah gardu pandang berupa pendopo yang masing-masing diberi nama pertapaan Suroloyo, Sariloyo dan pertapaan Kaendran.

Pendopo pertama ialah Pertapaan Suroloyo. Lokasi Pertapaan Suroloyo berada di paling bawah dibandingkan dengan dua pendopo lainnya. Dari sini kita dapat melihat Candi Borobudur.

Pendopo kedua bernama Pertapaan Sariloyo yang terletak 200 meter ke arah barat. Dari Pertapaan Sariloyo, kita bisa memandang Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro.

Pendopo  ketiga  diberi nama Pertapaan Kaendran.Untuk mencapai pendopo ketiga, kita harus naik tangga sekitar 200 meter. Dari tempat ini secara samar-samar akan terlihat warna biru berbatas dengan abu-abu yang merupakan Pantai Glagah di Kulonprogo.

Pendopo gardu pandang di puncak Suroloyo Yogyakarta
(Pendopo gardu pandang di puncak Suroloyo)

Untuk mencapai tempat itu Ada dua jalur yang bisa dipilih, pertama adalah rute Jalan Godean - Sentolo - Kalibawang dan rute kedua melalui Jalan Magelang - Pasar Muntilan – Kalibawang.

Jika dari kota mungkin bisa di mulai dari Tugu Yogya ke arah barat menuju Jl. Godean. Dari sana terus berjalan ke arah Barat hingga perempatan Kenteng belok ke kanan ke arah Sendang Sono, Kalibawang. Setelah menanjak di perbukitan Kalibawang, terdapat persimpangan yang menunjukkan ke arah Sendang Sono dan Puncak Suroloyo.

Perjalanan untuk menuju Puncak Suroloyo merupakan petualangan tersendiri yang penuh dengan tantangan. Jalanan sempit dengan tanjakan curam, kelokan tajam, yang diapit antara bukit dan jurang menjadi perjalanan yang mendebarkan. Jalan menuju Puncak Suroloyo bisa dilalui dengan motor, namun jika menggunakan mobil harus berhati-hati karena lebar jalan hanya sebesar 3 meter.

Pemandangan indah yang terhampar, membuat perasaan takut itu akan tergantikan dengan ketakjuban ketika melihat perbukitan nampak berdiri kokoh melindungi kawasan perdesaan di lembah yang dikelilingi areal persawahan dan ladang. Warna hijau pepohonan berpadu dengan biru langit dan putihnya mega, tampak di sejauh mata memandang.


Read more ...

Sentra Kerajinan Gerabah dan Souvenir Kasongan Yogyakarta

Salah satu obyek menarik untuk di kunjungi di Yogyakarta, terutama untuk berburu kerajinan seni gerabah untuk hiasan, souvenir atau untuk oleh-oleh adalah sentra kerajinan gerabah yang berada di Kasongan, Bantul. Sentra kerajinan gerabah  ini lokasinya tidak terlalu jauh dari kota Yogya, sekitar 7 km dari pusat kota.

Sentra kerajinan ini berada di Pedukuhan Kajen, Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan Bantul, Yogyakarta.

Gerabah pada mulanya hanya di buat untuk mainan anak-anak atau untuk peralatan rumah tangga. Boleh dikatakan lebih mengutamakan fungsi, daripada nilai seni. sehingga pada waktu itu gerabah memang belum menjadi sebuah produk seni. Bentuknya monoton, seolah sudah menjadi pakem.

sentra kerajinan gerabah, keramik dan souvenir pernikahan di kasongan yogyakarta
Gapura sentra kerajinan gerabah di Kasongan Yogyakarta | antaranews.com

Sejak tahun 1971-1972, Kasongan mengalami kemajuan cukup pesat. seorang seniman besar Yogyakarta , bernama Sapto Hudoyo membantu mengembangkan seni mengolah gerabah di desa tersebut.

Masyarakatnya yang sebagian besar pengrajin, dibina untuk memberikan berbagai sentuhan seni dan komersial bagi desain kerajinan gerabah sehingga gerabah yang mulanya membosankan dan monoton, berubah menjadi barang yang mempunyai nilai seni dan nilai ekonomi yang tinggi.

Seiring berjalannya waktu, hasil kerajinan Kasongan semakin baik kualitas serta nilai seninya. Produksinya pun tidak hanya gerabah , namun juga berkembang ke produksi keramik, porselin yang bagus. Sehingga semakin orang banyak yang menyukainya. Bahkan mulai tahun 1980 an,  oleh Sahid Keramik kerajinan produksi Kasongan mulai di kembangkan dalam skala besar.

Hasil kerajinan dari gerabah yang diproduksi oleh Kasongan pada umumnya berupa , pot dengan berbagai ukuran (dari ukuran yang kecil hingga ukuran besar), guci dengan berbagai motif (motif bunga, burung, naga,  dan beberapa motif lainnya), souvenir, pigura, hiasan dinding, perabotan seperti meja dan kursi, dll.

Namun seiring dengan banyaknya permintaan konsumen, kemudian kerajinan yang diproduksi semakin berkembang dan bervariasi. Mulai dari hiasan seperti bunga tiruan dari daun pisang, topeng-topengan dari kayu, perabotan dari bambu,  alat permainan edukasi berbahan kayu, alat untuk kesehatan seperti alat pijat, alat untuk refleksi kaki maupun tangan dan lain sebagainya.

Produk-produk kerajinan tidak hanya diminati oleh para wisatawan yang datang ke Jogjakarta, namun juga oleh pedagang barang kerajinan dan seni dari luar kota bahkan dari luar negeri.

Hasil kerajinan yang berkualitas bagus dan bernilai seni tinggi itu, cukup banyak peminatnya di luar negeri. Sehingga tidak heran jika produk-produk tersebut telah banyak diekspor ke mancanegara seperti Eropa dan Amerika..

Kebiasaan yang sudah mulai menjadi budaya untuk memberikan souvenir kepada para tamu undangan dalam resepsi pernikahan, ditangkap sebagai peluang oleh para pengrajin. Bahkan sa’at ini . Kasongan,  juga sudah mulai dikenal sebagai salah satu sentra souvenir pernikahan. Pesanan yang datang tidak hanya dari dalam kota, namun juga dari beberapa kota lain.

kerajinan dan souvenir pernikahan kasongan yogyakarta
(Seorang pengrajin sedang mewarnai souvenir pernikahan di Kasongan, Yogyakarta | kabbantul.go.id)

Umumnya para pemesan memesan souvenir sesuai dengan contoh-contoh souvenir yang sudah jadi, namun tidak sedikit yang memesan souvenir dengan desain rancangan mereka sendiri.

Selain kualitasnya yang bagus, desainnya unik, menarik, serta memiliki varian yang beragam, souvenir dari Kasongan harganya terkenal cukup murah sesuai dengan kualitas, ukuran dan tingkat kesulitan produksinya.

Sekarang sudah banyak kios ataupun galeri seni yang memajang aneka produk menarik berjajar di sepanjang jalan setelah pintu gapura Kasongan.

Wistawan selain bisa membeli kerajinan di  showroom yang berjajar rapi di kanan-kiri jalan, mereka bisa juga melihat langsung, bahkan ikut membuat keramik di workshop para pengrajin.

Selain banyaknya produk kerajinan yang unik, setiap tahun juga diadakan festival seni Kasongan, sehingga membuat kunjungan ke Kasongan menjadi sebuah wisata kerajinan dan menjadikannya desa tujuan wisata yang menarik untuk dikunjungi.
                       

Tips memesan kerajinan atau souvenir di Kasongan, Yogyakarta:

Banyaknya pengrajin yang memproduksi kerajinan dan souvenir dengan desain masing-masing, seringkali membuat bingung untuk memilih desain yang akan dipesan. Sedangkan untuk mengunjungi masing-masing workshop atau galeri, membutuhkan waktu karena lokasinya yang kadang berjauhan. Namun dengan adanya sentra perdagangan dengan banyak kios yang menawarkan berbagai macam produk, tentu memudahkan orang yang ingin memesan souvenir. Dengan mengunjungi sebuah kios kerajinan, melihat model dan desain. Jika belum menemukan yang sesuai keinginan, bisa mengunjungi kios yang lain yang ada disana.


Read more ...

8.8.15

Bukan Sekedar Rekreasi di Gembira Loka Zoo Yogyakarta

Gembira Loka Zoo merupakan nama sebuah kebun binatang yang berada di Yogyakarta, yang mempunyai koleksi satwa yang cukup banyak (lebih dari 100 spesies) serta mempunyai banyak wahana permainan yang menarik.

Kebun binatang ini mulanya merupakan “Kebon rojo”, yaitu tempat pemeliharaan satwa “klangenan” kesukaan raja keraton Yogyakarta yang kemudian di kembangkan menjadi kebun binatang untuk publik. Ide untuk menjadikan kebon rojo menjadi kebun binatang untuk publik ini berawal dari keinginan Sri Sultan Hamengku Buwono VIII pada tahun 1933. yang kemudian mulai direalisasikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX.

Pada tahun 1953, dengan berdirinya Yayasan Gembira Loka Yogyakarta yang diketuai oleh Sri Paduka KGPAA Paku Alam VIII, yang beberapa tahun kemudian di ketuai oleh Tirtowinoto, pembangunan Kebun Rojo yang sempat tertunda, baru benar-benar dapat direalisasikan.

Untuk mencapai lokasi kebun binatang ini cukup mudah, karena berada di jalur utama yang lurus. Berjarak sekitar 4 km ke arah timur dari kawasan titik nol km kota Yogyakarta (ujung jalan Malioboro). Pengunjung bisa masuk melalui pintu timur yang berada di jalan Kebun Raya, atau melalui pintu barat yang berada di jalan Veteran (arah selatan dari perempatan SGM).
Transportasi keliling kebun binatang gembira loka yogya
(Transportasi keliling untuk mengantar pengunjung berkeliling melihat spot-spot menarik yang ada di Gembira Loka Zoo Yogyakarta | FB. Gembiralokazoo)


Jika pengunjung pertama kali datang ke kebun binatang ini, walaupun sudah disediakan peta serta papan penunjuk arah terkadang bingung menentukan lokasi satwa atau wahana mana yang paling menarik untuk dikunjungi terlebih dahulu. Hal ini wajar karena dengan luas lahan kebun binatang yang mencapai 20 ha, serta banyaknya koleksi satwa serta wahana permainan, sulit untuk menikmati semuanya sampai puas dalam 1 kali kunjungan.

Untuk lebih mudah lebih baik menggunakan Taring (transport keliling), semacam kereta mini yang rutenya mengelilingi kebun binatang ini atau bisa juga dengan menggunakan sepeda sewa.

Setelah tahu dimana lokasi satwa atau wahana yang paling menarik bagi kita, tentu akan lebih mudah mencapainya dengan berpedoman peta yang sudah disediakan. Sehingga kita bisa menghemat waktu perjalanan dan bisa menikmati wahana atau melihat satwa yang paling menarik bagi kita.

Fasilitas dan wahana permainan yang tersedia :

Kapal Katamaran

Dengan menaiki Kapal Katamaran yang berkapasitas 40 orang penumpang ini, pengunjung bisa mengelilingi danau buatan yang berlokasi di tengah kebun binatang gembira loka. Pengunjung bisa menaiki perahu ini dengan membeli tiket seharga Rp. 10.000 per orang di loket yang berada di lokasi naik/ turun kapal. Jika pengunjung membeli paket hemat di loket pintu masuk, harganya menjadi lebih murah, hanya Rp. 5.000 per orang.

melaju dengan speed boat di danau buatan kebun binatang gembira loka yogya
(Sensasi melaju dengan kecepatan tinggi dengan speed boat | FB. Gembiralokazoo)

Perahu speedboat

Pengunjung yang menyukai kegiatan yang menantang, naik speedboat dengan kecepatan tinggi mungkin menjadi salah satu wahana yang perlu di coba. Wahana speedboat seperti ini jarang di jumpai di tempat-tempat rekreasi lain, karena speed boat seperti ini biasanya hanya ada di wisata pantai atau waduk.

Biaya yang harus dikeluarkan untuk bisa menikmati sensasi melaju di atas air dengan kecepatan tinggi di wahana ini hanya Rp. 20.000 per orang.

Perahu senggol

Perahu senggol ini semacam bom-bom car atau mobil senggol yang berbentuk perahu. Pengunjung bisa mengendarai perahu ini dengan aman, tanpa kuatir menimbulkan kerusakan, walaupun bersenggolan dengan perahu yang di kemudikan pengunjung lain.

Kolam sentuh

Disini pengunjung bisa menyentuh secara langsung beberapa ikan yang terdapat di kolam tersebut. Ikan yang terdapat di kolam tersebut, tidak boleh ditangkap, hanya boleh di sentuh untuk mengenal lebih dekat dan merasakan sensasi menyentuh ikan yang ada di kolam itu secara langsung.

menangkap ikan di kolam tangkap  kebun binatang gembira loka yogya
(Anak-anak asyik bermain air dan menangkap ikan di kolam tangkap | FB. Gembiralokazoo)

Kolam tangkap

Kolam tangkap merupakan salah satu wahana favorit bagi anak-anak. Karena di kolam tangkap ini anak-anak bisa masuk ke dalam kolam untuk menangkap ikan. Disediakan jaring untuk menangkap dan plastik untuk mengumpulkan ikan hasil tangkapan. Dan tentu saja ikan hasil tangkapan bisa di bawa pulang.

Di dorong oleh semangat dan rasa penasaran yang tinggi,di kolam tangkap ini sering kali anak-anak memunculkan ide-ide kreatif mereka. Dengan mengamati arah pergerakan ikan, mereka sering mempunyai teknik atau trik tersendiri, bahkan kerja sama dengan anak lain untuk menangkap ikan yang jumlahnya ratusan.

Anak-anak biasanya betah berada di kolam ini dan orang tua bisa menyaksikan tingkah polah anak-anak mereka yang bersemangat untuk menangkap ikan.

Terapi ikan

Sambil menunggu anak-anak yang asyik bermain di kolam tangkap, pengunjung juga bisa melakukan terapi ikan (fish pedicure) yaitu terapi yang memanfaatkan gigitan-gigitan oleh ikan kecil dengan merendamkan kaki pada kolam terapi.

Ikan-ikan  kecil dan ompong yang ada pada kolam terapi ini akan menghisap dan menggigit dengan lembut kulit kering dan mati dari kaki. Ikan yang menggigit memberikan sensasi geli, dan Gigitan ikan ini diyakini dapat membantu membersihkan dan mengelupaskan kulit serta membantu melancarkan peredaran darah.

Sirkuit Motor ATV

Motor ATV (All Terrain Vehicle) adalah sebuah Kendaraaan yang bisa melalui segala medan. Motor ATV memiliki empat roda yang didesain sedikit besar dan tinggi. ATV ini mudah di kemudikan dalam kondisi jalan basah, naik, atau turunan bukit. Dengan desain rangka, roda dan kekuatan mesinnya, ATV melewati medan medan yang tidak bisa dilewati sepeda motor biasa

Pengunjung bisa mengendarai motor ATV di sirkuit tanah yang didesain khusus dengan biaya Rp. 20.000 per orang.

Gelar Satwa Terampil

Gelar Satwa Terampil merupakan pertunjukan Satwa yang digelar di kebun binatang Gembira Loka (Gembira Loka Zoo).

Pengunjung bisa menyaksikan Gelar Satwa Terampil ini tanpa dipungut biaya lagi alias Gratis. satwa yang ditampilkan pada pertunjukan seperti burung Kakak Tua Jambul Kuning, Linsang, Beruang Madu, Burung Kangkareng serta Orang Utan.

Pertunjukan ini di gelar setiap hari Senin-Jumat,  pukul 11.00, dan 13.00 wib. Sedangkan untuk hari Sabtu, di gelar 4 kali yaitu pukul  11.00, 12.00, 13,00, dan pukul 14.00 wib.

Pada hari Minggu dan hari libur Nasional, frekuensi pertunjukan di tambah menjadi 6 kali, yaitu pada pukul  10.00,11.00, 12.00, 13.00, 14.00, dan pukul 15.00 wib.

Gajah Tunggang

Setiap hari kecuali hari jum’at mulai pukul 09.00 – 15.30 wib, pengunjung bisa mencoba merasakan sensasi menunggang gajah. Tidak perlu takut tidak bisa mengendalikan gajah tersebut, karena sang pawang yang akan mengendalikan gajah tersebut. Penumpang cukup duduk manis di kursi yang disediakan di belakang pawang.

Onta tunggang

Setiap hari kecuali hari jum’at mulai pukul 10.00 – 15.30 wib, pengunjung juga bisa mencoba merasakan sensasi menunggang onta. Pengunjung bisa menunggang onta yang dituntun oleh pawang mengelilingi rute yang tersedia, bersama keluarga.

Feeding time 

Pengunjung bisa menyaksikan bagaimana cara makan beberapa satwa pada pertunjukan Feeding time. Yaitu pertunjukan memberi makan pada binatang yang dilakukan pada jam makan satwa.

Feeding time dilakukan setiap hari, pada waktu antara jam 10.30 sampai selesai.  Jadwal feeding time sebagai berikut : 
  • feeding time Simpanse dimulai pukul 10.30 WIB
  • feeding time Arapaimaa dimulai pukul 11.00 WIB
  • feeding time Ular dimulai pukul 11.30 WIB
  • Feeding time pucuk hitam, pukul 11.30 WIB

Khusus setiap Hari Minggu/Hari libur Nasional:
  • feeding time Harimau dimulai pukul 12.00 WIB

Atraksi Gajah

Atraksi Gajah di gelar setiap Hari Minggu atau Hari libur Nasional, dimulai pukul 10.00 WIB.

Masih banyak wahana menarik lain yang belum disebutkan, dan tentu saja taman burung yang berisi ratusan jenis burung yang di lepas bebas, akuarium dengan ratusan jenis ikan serta museum satwa, juga tidak kalah menarik untuk di kunjungi.

Kebun binatang yang mempunyai slogan “Bukan sekedar rekreasi” ini, buka setiap hari mulai jam 07.30 – 17.30 wib.

Sedangkan harga tiket masuk kebun binatang Gembira Loka adalah Rp20.000 untuk hari kerja & Rp25.000 untuk akhir pekan & hari libur, yang mulai berlaku 3 Agustus 2015.


Read more ...

11.6.15

Museum Dibalik Tembok Kokoh Benteng Vredeburg Yogyakarta

Sebuah benteng kokoh berdiri di sebelah timur ujung jalan Malioboro Yogyakarta. Benteng itu sa’at ini menjadi salah satu tempat wisata sejarah yang menarik untuk di kunjungi.

Benteng kuno yang di bangun oleh Belanda pada tahun 1765 bernama benteng Vredeburg. Di dalam benteng yang luasnya sekitar 2000 meter persegi ini, terdapat bangunan-bangunan peninggalan Belanda yang sudah dipugar sesuai dengan bentuk aslinya.

Museum Dibalik Tembok Kokoh Benteng Vredeburg Yogyakarta
Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta | img : wikipidea.org
Bangunan-bangunan tersebut menjadi museum tempat untuk menyimpan koleksi benda-benda bersejarah. Selain koleksi benda bersejarah, foto-foto serta lukisan. Di museum itu juga terdapat beberapa diorama yang menggambarkan perjuangan sebelum proklamasi kemerdekaan hingga masa orde baru.
Benteng Vredeburg atau juga disebut Museum Benteng Yogyakarta mempunyai beberapa fasiltas untuk mempermudah pengunjung mempelajari lebih lanjut mengenai koleksi benda-benda bersejarah yang terdapat di sana, ataupun untuk belajar  lebih banyak mengenai sejarah perjuangan bangsa Indonesia.
Di sana terdapat fasilitas ruang perpustakaan, ruang pertunjukan, ruang seminar maupun diskusi, serta beberapa ruang lainnya yang dilengkapi dengan fasilitas Audio Visual dan hotspot gratis.
Suasana dalam benteng yang relatif tenang, walaupun berada di pusat kota,  membuat pengunjung nyaman untuk belajar lebih banyak mengenai sejarah atau sekedar berdiskusi santai. Apalagi dengan adanya kantin dan mushola, sehingga pengunjung tidak perlu keluar benteng untuk minum atau makan serta menjalankan sholat.
Kegiatan pameran ataupun seminar sering di langsungkan di benteng ini, sehingga pengunjung tidak cepat bosen untuk datang berkunjung lagi.

Suasana tenang dan nyaman di dalam benteng vredeburg yogyakarta
Suasana tenang dan nyaman di dalam benteng vredeburg yogyakarta | img : iberita.com
Awalnya pada tahun 1760, bangunan benteng yang di bangun untuk kepentingan Belanda dalam upayanya memuluskan strategi penjajahan yang sedang di jalankan, merupakan benteng sederhana berbentuk bujur sangkar. Dengan dalih untuk melindungi keraton dari serangan pihak luar, pada tahun 1765 bangunan benteng di bangun secara kokoh dan permanen. Benteng ini juga dilengkapi dengan parit untuk melindungi dari serbuan.
Alamat Museum Benteng Yogyakarta di Jalan A. Yani No. 6. Lokasinya di ujung selatan Jalan Malioboro, berseberangan dengan Istana Negara Yogyakarta. Atau lebih dikenal dengan kawasan titik nol kilometer kota Jogja.
Lokasinya juga dekat dengan Keraton Yogyakarta, sekitar 350 meter ke arah utara.

Jam Buka Museum Vredeburg Yogyakarta
Selasa - Jumat: 08.00 - 16.00 WIB
Sabtu - Minggu: 08.00 - 17.00 WIB
Hari Senin dan hari libur nasional: Tutup
Harga Tiket Masuk
Dewasa: Rp.2.000,00
Anak-anak: Rp.1.000,00


Read more ...

6.6.15

Wisata Malam Alun-alun Selatan Keraton Yogyakarta

Berbeda dengan tempat wisata lain yang ramai di siang hari, alun-alun selatan yang dalam bahasa jawa disebut alun-alun kidul, justru ramai dikunjungi ketika malam hari. Alun-alun kidul atau sering disebut dengan sebutan “alkid” berada di belakang keraton Yogyakarta.

Seperti halnya alun-alun lor (alun-alun utara), di alun-alun kidul ini juga terdapat 2 pohon beringin besar (Ringin Kurung) yang berada ditengah alun-alun, yang masing-masing terpisah sekitar jarak 25 meter. Namun ukuran luas alun-alun kidul ini lebih kecil daripada luas alun-alun lor.

Banyak orang yang berkunjung untuk sekedar bersantai, bermain becak hias, kereta kayuh atau mencoba permainan yang sangat populer dan cukup menantang, yaitu permainan Masangin. Masangin adalah permainan yang dilakukan dengan berjalan melewati 2 pohon beringin dengan mata tertutup.

Permainan melewati 2 pohon beringin dengan mata tertutup ini berawal dari semacam mitos yang menyebutkan bahwa keinginan seseorang akan terkabul jika bisa melewati 2 pohon tersebut dengan mata tertutup.

Wisatawan asing mencoba permainan masangin di alun-alun selatan Keraton Yogyakarta
Wisatawan asing mencoba permainan masangin di alun-alun selatan Keraton Yogyakarta | img : kanaljogja.com
Hal ini terkait dengan legenda putri Sri Sultan Hamengku Buwono I, yang mengajukan syarat kepada pria yang ingin meminangnya harus bisa berjalan dengan mata ditutup dari Pendopo yang ada di sebelah utara Alun-alun Kidul, melewati dua beringin kembar di tengah alun alun, menuju gerbang yang ada di sebelah selatan alun alun kidul. Ternyata banyak pria yang gagal memenuhi syarat tersebut. Kemudian Sri Sultan bersabda bahwa yang bisa memenuhi syarat sang putri itu, hanyalah pria yang hatinya bersih dan tulus.

Sekarang hanya sedikit orang yang masih melakukan kegiatan tersebut karena mitos. Kebanyakan orang melakukan kegiatan tersebut untuk bermain-main karena penasaran. Sebab tidak sedikit orang yang gagal melewati dengan mata tertutup 2 pohon beringin yang berjarak cukup lebar ini. Kebanyakan mereka berjalan melenceng atau justru berputar putar dan kembali ke tempat asal mereka mulai berjalan.

Saking populernya kegiatan tersebut, banyak yang menyediakan penutup mata untuk disewakan kepada pengunjung. Bahkan di waktu-waktu tertentu, diadakan semacam lomba melewati 2 pohon kembar tersebut.

Untuk berkeliling alun-alun yang tidak terlalu luas ini, tersedia berbagai macam kendaraan kayuh yang disewakan. Dari mulai sepeda tandem 2-3, hingga becak  kayuh dengan berbagai model. Kendaraan kayuh tersebut rata-rata berbentuk unik dan artistik, dengan hiasan lampu warna warni. Bahkan beberapa diantaranya dilengkapi dengan soud system yang memutar lagu lagu yang sedang hits.
Naik becak kayuh berkeliling alun-alun selatan Yogyakarta | img : zulhamblog.com


Becak kayuh biasanya menjadi favorit para pengunjung yang datang berombongan, karena kapasitas muat yang cukup besar. Antara 4 hingga 10 orang penumpang bisa diangkut, tergantung modelnya yang sering berganti-ganti. Untuk model yang bertingkat bisa duduk dibawah atau duduk dibagian atas. Tentu saja semakin banyak penumpang, semakin berat mengayuhnya. Namun karena umumnya ada 4 pedal yang bisa di kayuh bersama-sama dan naiknya beramai-ramai, semakin banyak penumpang, akan semakin seru.

Naik becak kayuh di jalan seputar alun-alun yang ramai terutama di musim liburan, dengan deretan kendaraan yang parkir di tepi jalan, membutuhkan koordinasi para pengayuh, kapan sa’atnya mengayuh kuat-kuat?, kapan berhenti mengayuh ataupun mengerem?, dan ini menimbulkan sensasi tersendiri.

Di sebelah selatan Alun-alun kidul, terdapat pelengkung gading yang merupakan pintu gerbang selatan benteng yang mengelilingi kawasan keraton. Wisatawan bisa naik ke atas plengkung gading, yang merupakan pos penjagaan prajurit pada jaman dahulu.

Pos penjagaan yang berada diatas plengkung gading ini, berbentuk seperti umumnya pos penjagaan di pintu gerbang kerjaan-kerajaan pada jaman dahulu, yang bisa kita saksikan di film-film kolosal.
Kendaraan yang melewati Plengkung Gading harus bergantian, karena lebar gerbang ini hanya cukup untuk melintas 1 kendaraan penumpang.

Alun-alun kidul biasanya mulai ramai di kunjungi orang, sore hari selepas waktu sholat Ashar hingga menjelang pukul 10 malam.



Read more ...

Keindahan dan Misteri Istana Air Taman Sari Yogyakarta

Salah satu tempat wisata yang masih berada di dalam kawasan dalam benteng keraton Yogyakarta adalah Taman Sari Keraton Yogyakarta. 

Taman Sari terletak di sebelah barat ke arah selatan komplek Keraton Yogyakarta, tepatnya di belakang lokasi yang dulu digunakan sebagai pasar Ngasem. Pasar Ngasem sendiri merupakan pasar tua yang lebih di kenal sebagai pasar burung, walaupun ada juga binatang lain dan sembako yang dijual disana.

Namun sejak tahun 2010, pedagang burung dan binatang di pindah di sebuah pasar khusus satwa dan tanaman hias di Dongkelan. Seiring dengan penataan pasar Ngasem, yang sekarang terlihat lebih bagus dan rapi, karena selain berfungsi sebagai pasar tradisional sembako, pasar ini juga berfungsi sebagai pasar souvenir kerajinan dan tempat wisata kuliner.

Taman Sari, merupakan merupakan sebuah situs bekas taman atau kebun istana Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, yang pada jamannya dapat dibandingkan dengan Kebun Raya Bogor sebagai kebun Istana Bogor.

Ada sebagian orang yang menyebut Taman Sari ini sebagai keraton/ Istana air (Taman Sari Water Castle The Fragarant Garden). Hal tersebut karena di Taman Sari yang awalnya memiliki luas lebih dari 10 hektare, terdapat banyak bangunan yang terkait dengan air. Di lokasi ini terdapat sekitar 57 bangunan baik berupa gedung, kolam pemandian, jembatan gantung, kanal air, maupun danau buatan beserta pulau buatan dan lorong bawah tanah.

Tempat ini dulunya merupakan tempat rekreasi dan peristirahatan bagi keluarga kerajaan sekaligus sebagai benteng pertahanan yang dibangun pada tahun 1758-1765 oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I.

Raden Tumenggung Mangundipuro menjadi pimpinan pembangunan taman yang sebagian biaya pembangunannya di tanggung oleh Bupati Madiun, Tumenggung Prawirosentiko (Raden Ronggo Prawirosentiko). Beberapa sumber menyebutkan bahwa salah satu arsitek pembangunan Taman Sari adalah seorang Portugis yang diangkat menjadi abdi dalem dengan gelar Demang, sehingga disebut Demang Portegis (Portegis merupakan dialek Jawa pada waktu itu untuk menyebut Portugis) dan lebih di kenal dengan nama Demang Tegis.

Walaupun sebagian dari bangunan yang ada sudah berubah fungsi atau rusak, danau buatan yang disebut "Segaran" (laut buatan) pun sudah berubah menjadi pemukiman penduduk yang merupakan keluarga abdi dalem keraton Yogyakarta. Namun masih ada beberapa bagian lain yang sudah di renovasi sesuai dengan bentuk aslinya.
pemandian Umbul Pasiraman di Taman Sari Yogyakarta
Kolam tempat pemandian Umbul Siraman di Taman Sari Yogyakarta | img : id.wikipidea.org
Salah satu bangunan yang masih utuh dan menunjukkan keindahan arsitektur Taman Sari, yaitu sebuah tempat pemandian Sultan dan keluarganya yang disebut sebagai Umbul Pasiraman.  Tempat tersebut terdiri dari 3 buah kolam bernama Umbul Muncar, Kuras Umbul Binangun , dan Blumbang yang berhiaskan air mancur berbentuk jamur.

Umbul Pasiraman yang dikelilingi dengan tembok-tembok tinggi, mempunyai dua buah gerbang masuk di sebelah barat dan timur.

Sebagai sebuah kerajaan Mataram Islam, adanya bangunan di Taman Sari yang dirancang untuk melaksanakan sholat bukanlah suatu yang mengherankan.
Masjid bawah tanah Sumur Gumuling di Taman Sari Yogyakarta
Masjid bawah tanah Sumur Gumuling di Taman Sari Yogyakarta | img : wego.co.id
Ada sebuah bangunan yang terdiri dari 2 lantai yang di sebut Sumur Gumuling. Bangunan  tersebut merupakan Masjid bawah tanah yang digunakan untuk melaksanakan sholat. Lantai pertama digunakan untuk jamaah laki-laki, sedangkan lantai ke dua digunakan untuk jamaah perempuan.

Di tengah-tengah bangunan Sumur Gumuling terdapat 5 jenjang tangga. 4 diantaranya naik dan bertemu di tengah, sedangkan satu tangga lagi menghubungkan ke empat jenjang tangga tersebut menuju ke lantai dua.  Dibawah pertemuan 4 tangga tersebut, terdapat sebuah kolam air yang digunakan sebagai tempat berwudu bagi jamaah.

Seperti halnya untuk mencapai beberapa bangunan yang ada di Taman Sari, Sumur Gumuling juga bisa di capai dengan melewati terowongan bawah tanah.

Banyaknya lorong-lorong bawah tanah ini menjadi keunikan dan misteri tersendiri. Bahkan konon ada lorong bawah tanah yang sangat panjang, yang bisa digunakan untuk melarikan diri keluar dari wilayah keraton.
Taman Sari Yogyakarta buka untuk umum dari mulai jam 08.00 hingga 14.00 wib, mengenakan harga tiket masuk sebesar 3.000 Rupiah untuk wisatawan lokal dan 7.000 Rupiah untuk wisatawan asing.

Tempat menarik lain yang berada di sekitar Taman Sari :
- Masjid Agung Yogyakarta
- Museum Sonobudoyo


Read more ...

4.6.15

Wisata Sejarah Budaya di Museum Sonobudoyo Yogyakarta

Selain Masjid Agung Yogyakarta atau dikenal dengan Masjid Gede Kauman, di sekitar keraton Yogyakarta juga Museum Sonobudoyo, yang terletak di sebelah utara alun-alun lor.

MuseumSonobudoyo merupakan sebuah museum budaya dengan koleksi yang terbilang sangat lengkap. Di museum tersebut, terdapat puluhan ribu benda koleksi, yang dikelompokan menjadi 10 jenis koleksi, yaitu :
  • Koleksi Geologi
  • Koleksi Biologi
  • Koleksi Etnografi
  • Koleksi Arkeologi
  • Koleksi Historika
  • Koleksi Numismatika 
  • Koleksi Filologika
  • Koleksi Keramologika
  • Koleksi Senirupa
  • Koleksi Tehnologi
Museum sejarah dan budaya, Sonobudoyo Yogyakarta
Museum Sonobudoyo yang berada di utara Kerato Yogyakarta | img : sonobudoyo.com


Namun dari sekitar 43.000 buah benda koleksi yang dimiliki baru sekitar 25 % yang sudah di inventarisir, dan hanya sekitar 2 ribuan koleksi yang dipamerkan. Sekitar 1200 benda koleksi dipamerkan di ruang pameran museum Sonobudoyo 1 yang berlokasi di sebelah utara Alun-alun utara. Sedangkan sekitar 800 koleksi lainnya, di pamerkan di ruang pameran Museum Sonobudoyo unit 1, yang berlokasi di wilayah Wijilan (sebelah timur alun-alun utara).

Koleksi yang di pamerkan berupa berbagai macam benda kuno, mulai dari arca, keramik, senjata tradisional dan sebagainya. Benda koleksi tersebut awalnya berasal dari hibah yayasan Java Instituut, yang merupakan perkumpulan pakar seni dan budaya Jawa, Bali, Nusa Tenggara, yang anggotanya terdiri dari orang-orang Indonesia dan mancanegara.

Benda-benda koleksi di pamerkan di beberapa ruangan yang dikelompokkan sesuai dengan jenisnya. Di ruang perpustakaan, terdapat banyak referensi karya tulis baik tulisan dalam bentuk naskah cetak  maupun manuskrip, yang usianya antara 1 sampai 2 abad.

Di ruang perpustakaan tersebut juga terdapat majalah, koran, buku, laporan, dan berbagai naskah lain. Bahkan beberapa naskah dalam bentuk daun lontar.

Naskah cetak maupun manuskrip dalam perpustakaan tidak bisa dibawa pulang. Naskah hanya bisa dibaca ditempat tersebut. Kebanyakan  naskah manuskrip sudah didigitalisasi sehingga tidak perlu meminjam fisik buku. Di lantai 2 ruang perpus sudah disediakan bentuk digital dari masing-masing naskah manuskrip yang ditampilkan dalam komputer, sehingga mempermudah pencarian dan pembacaan naskah.

Koleksi senjata kuno Museum Sonobudoyo Yogyakarta
Salah satu koleksi meriam kuno Museum Sonobudoyo Yogyakarta | img : sonobudoyo.com

Kegiatan pameran, pagelaran wayang maupun festival sering diadakan oleh Museum ini. bahkan untuk kegiatan pagelaran wayang kulit dengan durasi singkat, diselenggarakan setiap malam.

Museum Sonobudoyo berdiri atas prakarsa dari yayasan Java Instituut yang berdiri di Surakarta, pada tahun 1919 dan dan bubar pada tahun 1942 karena pendudukan Jepang di Hindia Belanda.

Pada tanggal 6 November 1935, Sri Sultan Hamengkubuwono VIII, meresmikan berdirinya Museum Sonobudoyo. Bangunan Museum Sonobudoyo yang di desain oleh Ir Th Karsten, berbentuk rumah joglo dengan gaya arsitektur masjid keraton kesepuhan Cirebon.

Museum Sonobudoyo yang beralamat di Jl. Trikora No. 6 Yogyakarta, terbuka bagi umum, mulai dari pukul 8 pagi hingga 2 sore, dengan jadwal sebagai berikut :

Selasa - Kamis
08.00 – 15.30 WIB
Jumat 
08.00 – 14.00 WIB
Sabtu & Minggu                    
08.00 – 15.30 WIB
Senin dan hari besar atau libur nasional tutup

Harga Tiket Masuk :
Dewasa Perorangan  
Rp. 3.000,-
Dewasa Rombongan 
Rp. 2.500,-
Anak–anak Perorangan
Rp. 2.500,-
Anak–anak Rombongan     
Rp. 2.000,-
Wisatawan Asing      
Rp. 5.000,-

Pergelaran Wayang Durasi Singkat (sesuai hari buka museum)

Rp. 20.000,- / orang

Read more ...

2.6.15

Keindahan Arsitektur Bangunan Masjid Agung Keraton Yogyakarta

Banyak wisatawan muslim yang berkunjung  ke keraton Yogyakarta, menyempatkan diri untuk mengunjungi masjid Agung yang berada di sebelah barat alun-alun utara. Selain untuk melaksanakan sholat, mereka mengunjungi masjid tersebut untuk melihat keindahan arsitektur bangunan masjid yang berusia hampir 3 abad itu.

Masjid Agung Keraton Yogyakarta juga dikenal dengan nama Masjid Gede Kauman dibangun pada tahun 1773. Secara simbolis merupakan transendensi untuk menunjukkan keberadaan Sultan yang bergelar “Senopati Ing Alogo Abdur Rahman Sayidin Panotogomo Kalifatullah” yaitu di samping penguasa yang mempunyai kekuasaan untuk menentukan perdamaian dan peperangan atau sebagai panglima tertinggi (Senopati Ing Alogo), juga sebagai wakil Allah di bumi untuk menjadi pemimpin/ pemuka dan pelindung agama (Abdur Rahman Sayidin Panotogomo Kalifatullah).

Masjid Agung Keraton Yogyakarta
Masjid Agung Keraton Yogyakarta |img : simbi.kemenag.go.id


Bangunan masjid terdiri dari ruang utama dan serambi. Lantai ruang utama dibuat lebih tinggi dibanding serambi. Ruang utama masjid ditopang oleh empat buah soko guru (tiang utama) dan 12 buah tiang soko rowo (tiang tambahan). Atap ruang utama berbentuk tumpang tingkat tiga.

Tempat imam memimpin salat berjamaah yang disebut mihrab, berbentuk relung setengah lingkaran, dan di sisi kiri-kanan mihrab terdapat hiasan bunga dan tulisan Arab.

Di sebelah kiri mihrab terdapat bangunan kecil yang berfungsi sebagai tempat sholat raja atau penguasa. Bangunan kecil yang disebut Maksurah ini terbuat dari kayu Jati.

Bangunan Pawestren yang berada di sebelah kanan ruang utama, dipergunakan untuk tempat shalat kaum wanita.

Lantai serambi dibuat lebih tinggi satu meter dari permukaan tanah . Pada serambi ini terdapat 24 tiang berumpak batu yang berbentuk padma. Umpak batu tersebut berpola hias motif pinggir awan yang dipahatkan. Atap serambi masjid berbentuk limasan.

Serambi Masjid Agung Yogyakarta
Serambi Masjid Agung Yogyakarta | img : simbi.kemenag.go.id


Seluruh lantai bangunan masjid yang mampu menampung sekitar 1500 orang jamaah ini, terbuat dari bahan marmer Italia.

Didepan dan samping serambi masjid terdapat kolam kecil yang jaman dahulu berfungsi untuk mencuci kaki orang yang hendak masuk masjid.

Halaman masjid terdiri atas halaman depan dan halaman belakang. Halaman depan masjid merupakan ruangan terbuka yang terletak di bagian luar bangunan masjid, dan dibatasi oleh tembok keliling. Sedangkan di halaman belakang masjid terdapat beberapa makam, yang salah satunya adalah makan Nyai Ahmad Dahlan (istri pendiri organisasi keagamaan Muhammadiyah, Kyai Haji Ahmad Dahlan).

Di depan halaman terdapat tanah lapang yang di kedua sisinya terdapat sebuah bangunan bernama Pagongan. Saat upacara perayaan Sekaten, pagongan disisi utara yang disebut Pagongan Ler  digunakan untuk menempatkan gamelan sekati Kangjeng Kyai Naga Wilaga dan Pagongan di sisi selatan yang disebut Pagongan Kidul untuk gamelan sekati Kanjeng Kyai Guntur Madu.

  
Read more ...

Pesona Keraton Yogyakarta Salah Satu Kerajaan Yang Masih Eksis di Indonesia

Wisata liburan ke Jogja kurang lengkap kalau belum mengunjungi Keraton Kesultanan Yogyakarta, karena keraton Yogyakarta merupakan salah satu kerajaan yang saat ini masih eksis di Indonesia.

Keraton Yogyakarta merupakan pusat kegiatan kesultanan di Jogja. Bangunan keraton Yogyakarta yang selesai dibangun pada tahun 1790, menjadi contoh  terbaik karya arsitektur tradisional Jawa yang paling menarik.

Prajurit keraton Yogyakarta
Beberapa Kestuan Prajurit Keraton Yogyakarta | img : id.wikipidea.org

Sultan Yogyakarta berkedudukan sebagai raja sekaligus sebagai gubernur di provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Walaupun ada kalangan menganggap bahwa kedudukan raja hanyalah sebagai sibol budaya, namun sebagian besar masyarakat Jogja menghormati dan mencintainya sebagai seorang Raja di Keraton Kesultanan Yogyakarta.

Memasuki lingkungan keraton, kita akan bertemu dengan para abdi dalem yang sedang bertugas. Abdi dalem ini bukan hanya berasal dari kalangan rakyat biasa, namun juga dari kalangan mantan ataupun pejabat aktif serta tokoh masyarakat.

Di lingkungan keraton terdapat beberapa bangunan yang mempunyai nama dan fungsi sendiri-sendiri. Misalnya, di bangunan kompleks Pagelaran, diperagakan berbagai pakaian prajurit dan pakaian adat keluarga keraton dan sebagainya.

Salah satu bangunan yang paling menarik adalah Bangsal Kencono, yakni sebuah paviliun bertahtakan emas.  

Keraton juga memiliki beberapa museum, yaitu Museum Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Museum Kereta, Museum Lukisan, dan Museum Batik.

Komplek keraton ini dikelilingi benteng yang kokoh. Di beberapa sudutnya terdapat bangunan yang berada diatas benteng, berfungsi sebagai pos jaga di jaman dahulu.

Didepan keraton terdapat sebuah tanah lapang yang cukup luas yang di sebut dengan alun-alun utara atau dalam bahasa jawa disebut alun alun lor. Disebut alun alun utara karena keraton Yogyakarta mempunyai 2 alun alun, yaitu alun alun utara yang berada di depan keraton dan alun alun selatan yang berada di belakang keraton.


Ditengah alun alun terdapat dua pohon beringin yang dikelilingi tembok pagar. Pohon beringin tersebut terpisah sejarak sekitar 50 meter.

Di sebelah barat alun-alun utara, terdapat masjid Agung yang juga dikenal dengan nama Masjid Gede Kauman. Secara simbolis merupakan transendensi untuk menunjukkan keberadaan Sultan, yaitu di samping pimpinan perang atau penguasa pemerintahan (senopati ing ngalaga), juga sebagai sayidin panatagama khalifatulah (wakil Allah) di dunia di dalam memimpin agama (panatagama) di kesultanan Yogyakarta.

Di sebelah utara alun alun terdapat museum Sonobudoyo, yang terbilang sangat lengkap dengan ribuan koleksi benda bersejarah.

Penyedia jasa tour travel umumnya menjadikan keraton Yogyakarta ini sebagai  tujuan utama wisata ke Jogja. Sehingga tidak heran jika kantong-kantong parkir bis pariwisata selalu penuh, terutama di musim liburan.

Wisatawan yang menginap di hotel sekitar jalan Malioboro, bisa mengunjungi Keraton Yogyakarta dengan berjalan kaki, karena lokasinya yang cukup dekat, hanya beberapa ratus meter dari ujung selatan jalan Malioboro.




Read more ...