2.6.15

Menikmati Liburan di Kawasan Malioboro Jogja

Malioboro menjadi salah satu tempat wisata yang terkenal dan favorit di Jogja. Bahkan grup musik KLA Project mengabadikannya dalam sebuah lagu berjudul Yogyakarta, yang menjadi hits di tahun 90 an.

Malioboro merupakan sebuah nama jalan yang memanjang ke utara selatan sepanjang sekitar 1 km. Jalan Maliboro terletak disebelah selatan Tugu Jogja (selatan jalan Mangkubumi).

Disepanjang jalan ini, banyak pedagang kaki lima yang menjual berbagai macam cinderamata unik khas Jogja. Dari mulai souvenir, kalung, dompet, tas sampai kaos dan pakaian yang menjadi ciri khas Jogja.
Aksi Sawung Jabo di kawasan titik nol km Jogja
Sawung Jabo, pentolan Grup musik Sirkus Barock, mengamen di kawasan titik nol km sebagai bentuk dukungan materiil dan moril terhadap seniman kendang, Sujud Sutrisno, yang kala itu sedang  dirawat di RSUD Jogja | img : jogja.solopos.com
Banyak wisatawan yang datang untuk berbelanja, menikmati suasana Jogja ataupun sekedar berfoto. Lokasi foto yang paling favorit adalah di ujung utara dan selatan jalan Malioboro. Wisatawan yang datang berombongan dengan menggunakan bis, biasanya berfoto di ujung utara jalan Malioboro. Disamping karena lokasinya yang dekat dengan tempat parkir bis, di lokasi tersebut memungkinkan pengambilan foto dengan background aktivitas jalan Malioboro dan papan nama jalan.

Sedikit ke utara dengan menyeberang rel kereta api merupakan gerbang  stasiun Tugu. Disitu terdapat monumen lokomotif kuno yang juga sering dijadikan tempat berfoto, walaupun sebenarnya agak mengganggu lalu lintas keluar dan masuk ke setasiun.

Setiap hari minggu pagi jalan ini ditutup untuk kegiatan “car free day”, dimana masyarakat Jogja bebas berjalan-jalan, berolahraga atau sekedar bersantai menikmati suasana. Seringkali berbagai komunitas menunjukkan aksi-aksi yang menarik di kegiatan tersebut.
Selain untuk kegiatan rutin “car free day”, jalan Malioboro terkadang juga ditutup untuk kegiatan pawai budaya.

Ketika musim liburan tiba, kawasan ini terutama diujung selatan jalan Malioboro, tepatnya didepan benteng Vrendeburg, sangat ramai. Banyaknya pelajar dari luar daerah yang berlibur di Jogja. Suasana menjadi semakin ramai dan meriah karena banyak komunitas atau mahasiswa seni yang memamerkan kebolehannya.

Dibeberapa tempat, trotoar seolah menjadi panggung seni jalanan. Dari mulai pemain musik, kesenian tradisional hingga pemain teater, beraksi memeriahkan suasana.
Pada waktu-waktu tertentu para seniman kawakan, seperti Didik Nini Towok, juga menunjukkan kreasi seni mereka di sana.

Ramainya bagian selatan jalan Malioboro, yang dikenal sebagai kawasan titik nol Yogya, disamping karena trotoarnya yang cukup lebar dengan dilengkapi beberapa bangku taman. Di sekitar lokasi itu juga terdapat Istana Kepresidenan Yogyakarta, Museum Benteng Vredeburg, monumen Serangan Umum,  gedung-gedung kuno dan beberapa patung serta instalasi seni lainnya.

Istana Kepresidenan Yogyakarta yang dikenal dengan nama Gedung Agung atau Gedung Negara, terletak di sebelah barat atau di kanan jalan. Sedangkan museum Benteng Vredeburg dan monumen Serangan Umum terletak di sebelah timur atau di kiri jalan.

Makan Malam di lesehan jalan Malioboro diiringi alunan musik kelompok pemusik jalanan  Jogja
Menikmati makan malam di lesehan jalan Maliboro di iringi lagu-lagu yang dinyanyikan kelompok pemusik jalanan Jogja | img : yogyakarta.panduanwisata..id
Ketika malam hari, banyak pedagang makanan yang menggelar dagangannya di sepanjang jalan Malioboro. Walaupun menu khas masakan jogja, berupa gudeg, krecek, baceman dan sebagainya. Namun berbagai macam menu makanan dapat kita temukan disini. Satu hal yang menjadi ciri khas hampir semua lapak kuliner ini, yaitu lesehan. Sehingga pembeli bisa menikmati makanan dan suasananya dengan santai, apalagi jika ditemani lagu – lagu yang di nyanyikan kelompok-kelompok pengamen jalanan.


Jalan Malioboro awalnya digunakan sebagai rute upacara dan membentuk sebuah garis lurus jika ditarik dari Keraton Yogyakarta ke Gunung Merapi.

Secara keseluruhan Jika ditarik garis lurus, jalan ini lurus dari gunung Merapi, monumen Jogja Kembali, Tugu dan Keraton Kasultanan Yogyakarta. Bahkan kalau mau ditarik lurus ke selatan, akan sampai ke gerbang pantai Parangtritis.

Di kawasan Malioboro terdapat banyak hotel dan penginapan dengan harga yang relatif terjangkau, yang kebanyakan lokasinya berada di belakang pertokoan. Namun ada juga beberapa hotel berbintang yang lokasinya di pinggir jalan tersebut.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar