2.6.15

Pesona Keraton Yogyakarta Salah Satu Kerajaan Yang Masih Eksis di Indonesia

Wisata liburan ke Jogja kurang lengkap kalau belum mengunjungi Keraton Kesultanan Yogyakarta, karena keraton Yogyakarta merupakan salah satu kerajaan yang saat ini masih eksis di Indonesia.

Keraton Yogyakarta merupakan pusat kegiatan kesultanan di Jogja. Bangunan keraton Yogyakarta yang selesai dibangun pada tahun 1790, menjadi contoh  terbaik karya arsitektur tradisional Jawa yang paling menarik.

Prajurit keraton Yogyakarta
Beberapa Kestuan Prajurit Keraton Yogyakarta | img : id.wikipidea.org

Sultan Yogyakarta berkedudukan sebagai raja sekaligus sebagai gubernur di provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Walaupun ada kalangan menganggap bahwa kedudukan raja hanyalah sebagai sibol budaya, namun sebagian besar masyarakat Jogja menghormati dan mencintainya sebagai seorang Raja di Keraton Kesultanan Yogyakarta.

Memasuki lingkungan keraton, kita akan bertemu dengan para abdi dalem yang sedang bertugas. Abdi dalem ini bukan hanya berasal dari kalangan rakyat biasa, namun juga dari kalangan mantan ataupun pejabat aktif serta tokoh masyarakat.

Di lingkungan keraton terdapat beberapa bangunan yang mempunyai nama dan fungsi sendiri-sendiri. Misalnya, di bangunan kompleks Pagelaran, diperagakan berbagai pakaian prajurit dan pakaian adat keluarga keraton dan sebagainya.

Salah satu bangunan yang paling menarik adalah Bangsal Kencono, yakni sebuah paviliun bertahtakan emas.  

Keraton juga memiliki beberapa museum, yaitu Museum Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Museum Kereta, Museum Lukisan, dan Museum Batik.

Komplek keraton ini dikelilingi benteng yang kokoh. Di beberapa sudutnya terdapat bangunan yang berada diatas benteng, berfungsi sebagai pos jaga di jaman dahulu.

Didepan keraton terdapat sebuah tanah lapang yang cukup luas yang di sebut dengan alun-alun utara atau dalam bahasa jawa disebut alun alun lor. Disebut alun alun utara karena keraton Yogyakarta mempunyai 2 alun alun, yaitu alun alun utara yang berada di depan keraton dan alun alun selatan yang berada di belakang keraton.


Ditengah alun alun terdapat dua pohon beringin yang dikelilingi tembok pagar. Pohon beringin tersebut terpisah sejarak sekitar 50 meter.

Di sebelah barat alun-alun utara, terdapat masjid Agung yang juga dikenal dengan nama Masjid Gede Kauman. Secara simbolis merupakan transendensi untuk menunjukkan keberadaan Sultan, yaitu di samping pimpinan perang atau penguasa pemerintahan (senopati ing ngalaga), juga sebagai sayidin panatagama khalifatulah (wakil Allah) di dunia di dalam memimpin agama (panatagama) di kesultanan Yogyakarta.

Di sebelah utara alun alun terdapat museum Sonobudoyo, yang terbilang sangat lengkap dengan ribuan koleksi benda bersejarah.

Penyedia jasa tour travel umumnya menjadikan keraton Yogyakarta ini sebagai  tujuan utama wisata ke Jogja. Sehingga tidak heran jika kantong-kantong parkir bis pariwisata selalu penuh, terutama di musim liburan.

Wisatawan yang menginap di hotel sekitar jalan Malioboro, bisa mengunjungi Keraton Yogyakarta dengan berjalan kaki, karena lokasinya yang cukup dekat, hanya beberapa ratus meter dari ujung selatan jalan Malioboro.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar