4.6.15

Wisata Sejarah Budaya di Museum Sonobudoyo Yogyakarta

Selain Masjid Agung Yogyakarta atau dikenal dengan Masjid Gede Kauman, di sekitar keraton Yogyakarta juga Museum Sonobudoyo, yang terletak di sebelah utara alun-alun lor.

MuseumSonobudoyo merupakan sebuah museum budaya dengan koleksi yang terbilang sangat lengkap. Di museum tersebut, terdapat puluhan ribu benda koleksi, yang dikelompokan menjadi 10 jenis koleksi, yaitu :
  • Koleksi Geologi
  • Koleksi Biologi
  • Koleksi Etnografi
  • Koleksi Arkeologi
  • Koleksi Historika
  • Koleksi Numismatika 
  • Koleksi Filologika
  • Koleksi Keramologika
  • Koleksi Senirupa
  • Koleksi Tehnologi
Museum sejarah dan budaya, Sonobudoyo Yogyakarta
Museum Sonobudoyo yang berada di utara Kerato Yogyakarta | img : sonobudoyo.com


Namun dari sekitar 43.000 buah benda koleksi yang dimiliki baru sekitar 25 % yang sudah di inventarisir, dan hanya sekitar 2 ribuan koleksi yang dipamerkan. Sekitar 1200 benda koleksi dipamerkan di ruang pameran museum Sonobudoyo 1 yang berlokasi di sebelah utara Alun-alun utara. Sedangkan sekitar 800 koleksi lainnya, di pamerkan di ruang pameran Museum Sonobudoyo unit 1, yang berlokasi di wilayah Wijilan (sebelah timur alun-alun utara).

Koleksi yang di pamerkan berupa berbagai macam benda kuno, mulai dari arca, keramik, senjata tradisional dan sebagainya. Benda koleksi tersebut awalnya berasal dari hibah yayasan Java Instituut, yang merupakan perkumpulan pakar seni dan budaya Jawa, Bali, Nusa Tenggara, yang anggotanya terdiri dari orang-orang Indonesia dan mancanegara.

Benda-benda koleksi di pamerkan di beberapa ruangan yang dikelompokkan sesuai dengan jenisnya. Di ruang perpustakaan, terdapat banyak referensi karya tulis baik tulisan dalam bentuk naskah cetak  maupun manuskrip, yang usianya antara 1 sampai 2 abad.

Di ruang perpustakaan tersebut juga terdapat majalah, koran, buku, laporan, dan berbagai naskah lain. Bahkan beberapa naskah dalam bentuk daun lontar.

Naskah cetak maupun manuskrip dalam perpustakaan tidak bisa dibawa pulang. Naskah hanya bisa dibaca ditempat tersebut. Kebanyakan  naskah manuskrip sudah didigitalisasi sehingga tidak perlu meminjam fisik buku. Di lantai 2 ruang perpus sudah disediakan bentuk digital dari masing-masing naskah manuskrip yang ditampilkan dalam komputer, sehingga mempermudah pencarian dan pembacaan naskah.

Koleksi senjata kuno Museum Sonobudoyo Yogyakarta
Salah satu koleksi meriam kuno Museum Sonobudoyo Yogyakarta | img : sonobudoyo.com

Kegiatan pameran, pagelaran wayang maupun festival sering diadakan oleh Museum ini. bahkan untuk kegiatan pagelaran wayang kulit dengan durasi singkat, diselenggarakan setiap malam.

Museum Sonobudoyo berdiri atas prakarsa dari yayasan Java Instituut yang berdiri di Surakarta, pada tahun 1919 dan dan bubar pada tahun 1942 karena pendudukan Jepang di Hindia Belanda.

Pada tanggal 6 November 1935, Sri Sultan Hamengkubuwono VIII, meresmikan berdirinya Museum Sonobudoyo. Bangunan Museum Sonobudoyo yang di desain oleh Ir Th Karsten, berbentuk rumah joglo dengan gaya arsitektur masjid keraton kesepuhan Cirebon.

Museum Sonobudoyo yang beralamat di Jl. Trikora No. 6 Yogyakarta, terbuka bagi umum, mulai dari pukul 8 pagi hingga 2 sore, dengan jadwal sebagai berikut :

Selasa - Kamis
08.00 – 15.30 WIB
Jumat 
08.00 – 14.00 WIB
Sabtu & Minggu                    
08.00 – 15.30 WIB
Senin dan hari besar atau libur nasional tutup

Harga Tiket Masuk :
Dewasa Perorangan  
Rp. 3.000,-
Dewasa Rombongan 
Rp. 2.500,-
Anak–anak Perorangan
Rp. 2.500,-
Anak–anak Rombongan     
Rp. 2.000,-
Wisatawan Asing      
Rp. 5.000,-

Pergelaran Wayang Durasi Singkat (sesuai hari buka museum)

Rp. 20.000,- / orang

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar